{"id":40,"date":"2026-05-09T08:31:20","date_gmt":"2026-05-09T08:31:20","guid":{"rendered":"https:\/\/globalspherical.com\/?p=40"},"modified":"2026-05-09T08:31:20","modified_gmt":"2026-05-09T08:31:20","slug":"malam-paling-romantis-di-asia-saat-ribuan-lentera-menari-di-atas-sungai-hoi-an","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/globalspherical.com\/index.php\/2026\/05\/09\/malam-paling-romantis-di-asia-saat-ribuan-lentera-menari-di-atas-sungai-hoi-an\/","title":{"rendered":"Malam Paling Romantis di Asia Saat Ribuan Lentera Menari di Atas Sungai Hoi An"},"content":{"rendered":"\n<p>Halo, para pencari keindahan yang tak lekang waktu!<\/p>\n\n\n\n<p>Kembali lagi di blog travel kesayangan kita. Setelah kita menjelajahi teluk batu kapur di Ha Long, hiruk-pikuk Hanoi, dan sawah terasering Sapa yang menakjubkan, kini saatnya kita <strong>mundur ke masa lalu<\/strong>\u2014ke kota di mana waktu seolah berhenti berdetak.<\/p>\n\n\n\n<p>Selamat datang di <strong>Hoi An Ancient Town<\/strong>, kota kuno paling memesona di Vietnam, bahkan mungkin di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya punya satu pertanyaan untuk Anda. <em>Pernahkah Anda membayangkan berjalan di jalanan yang diterangi ribuan lentera warna-warni, di samping sungai yang dipenuhi perahu-perahu kecil dengan lilin mengambang, sambil mendengar alunan musik tradisional dari kejauhan?<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Itulah Hoi An di malam hari. Tapi percayalah, keajaiban kota ini tidak berhenti saat matahari terbenam. Mari luangkan waktu sejenak, siapkan secangkir kopi, dan biarkan saya membawa Anda berjalan-jalan di kota yang dijuluki <strong>&#8220;Kota Lentera&#8221;<\/strong> ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Hoi An Bukan Sekadar Kota Tua Biasa?<\/h2>\n\n\n\n<p>Coba bayangkan ini. Sebuah kota pelabuhan yang didirikan pada abad ke-15 (sekitar tahun 1470-an, saat Columbus mungkin masih bermimpi menemukan dunia baru). Selama berabad-abad, Hoi An adalah <strong>pusat perdagangan maritim tersibuk di Asia Tenggara<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Para saudagar dari <strong>Jepang, China, Belanda, Portugal, India, dan bahkan Arab<\/strong> berlabuh di sini untuk berdagang sutra, rempah-rempah, keramik, dan kayu berharga. Hasilnya? Arsitektur yang sangat unik\u2014<strong>perpaduan sempurna antara rumah tradisional Vietnam, aula pertemuan China, dan jembatan khas Jepang<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi inilah yang membuat Hoi An benar-benar istimewa. <strong>Ketika Sungai Thu Bon mulai mendangkal pada abad ke-19 dan pelabuhan berpindah ke Da Nang<\/strong>, kota ini tidak dihancurkan atau dibangun ulang. Justru, ia <strong>tertidur selama hampir 200 tahun<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Akibatnya, <strong>lebih dari 800 bangunan kuno<\/strong> tetap berdiri persis seperti aslinya\u2014tanpa sentuhan modern yang merusak. Tidak seperti kota tua lain yang hanya &#8220;replika&#8221; untuk turis, Hoi An adalah <strong>kota sungguhan yang masih dihuni, masih bernapas, dan masih hidup<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>UNESCO mengakuinya pada tahun 1999 sebagai <strong>Warisan Dunia<\/strong>. Dan setelah Anda menginjakkan kaki di sana, Anda akan paham mengapa.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4 Pengalaman yang Wajib Masuk Daftar Impian Anda<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Jalan-jalan Malam di Kota Lentera \u2014 Magis yang Tidak Bisa Difoto, Harus Dirasakan<\/h3>\n\n\n\n<p>Saya sudah membaca puluhan artikel dan melihat ribuan foto Hoi An sebelum datang. Tapi tidak ada yang mempersiapkan saya pada <strong>perasaan ketika lentera mulai menyala satu per satu saat senja tiba<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap hari sekitar jam 5 sore, saat matahari mulai tenggelam di balik atap-atap tua, lampu-lampu listrik di jalanan mulai diredupkan\u2014dan digantikan oleh <strong>ribuan lentera sutra berwarna merah, kuning, biru, ungu, dan hijau<\/strong> yang bergantungan di atap toko, di seberang sungai, bahkan di perahu-perahu kecil.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Nguyen Thai Hoc Street<\/strong> dan <strong>Tran Phu Street<\/strong> adalah jantung dari keajaiban ini. Berjalanlah perlahan. Rasakan cobblestone di bawah kaki Anda. Hirup aroma dupa dari klenteng-klenteng tua. Dan sesekali, berhentilah untuk mendengarkan <strong>musik tradisional<\/strong> yang mengalir dari rumah-rumah tua yang dijadikan galeri seni.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan jangan lupa. <strong>Bawa kamera dengan mode malam yang bagus<\/strong>. Anda akan berterima kasih pada diri sendiri nanti.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Melepaskan Lentera di Sungai Thu Bon \u2014 Bukan Sekadar Tradisi Turis<\/h3>\n\n\n\n<p>Sepanjang sungai di sepanjang <strong>Bach Dang Street<\/strong>, Anda akan melihat wanita-wanita tua duduk di perahu kayu kecil menjual <strong>lentera kertas mini<\/strong> dengan lilin di tengahnya. Hanya sekitar <strong>5.000-10.000 VND (Rp 3.000-6.000)<\/strong> per lentera.<\/p>\n\n\n\n<p>Caranya mudah. Letakkan lentera di telapak tangan, nyalakan lilin, pejamkan mata, buat satu permintaan, lalu <em>lepaskan perlahan ke air<\/em>. Ratusan lentera lain akan mengapung di sekitar Anda\u2014merah, merah muda, biru, kuning\u2014menciptakan lautan cahaya kecil di atas sungai yang gelap.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Apakah ini sekadar atraksi turis?<\/strong> Mungkin sedikit. Tapi bagi penduduk lokal, melepaskan lentera adalah simbol melepaskan kesedihan dan berdoa untuk keberuntungan. Jadi lakukan dengan sungguh-sungguh. Siapa tahu permintaan Anda dikabulkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Japanese Covered Bridge (Chua Cau) \u2014 Ikon yang Tidak Boleh Dilewatkan<\/h3>\n\n\n\n<p>Anda belum ke Hoi An jika belum berfoto di sini. <strong>Japanese Covered Bridge<\/strong> adalah jembatan tertutup berusia lebih dari 400 tahun (dibangun sekitar tahun 1590-an oleh komunitas Jepang) yang menghubungkan daerah pemukiman Jepang dan China.<\/p>\n\n\n\n<p>Di atas pintu masuk jembatan, ada patung <strong>anjing dan kera<\/strong>\u2014yang menurut legenda adalah hewan yang dipanggil oleh kaisar Jepang saat memerintahkan pembangunan jembatan, karena tahun pembangunannya jatuh pada tahun Anjing dan Kera dalam kalender Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tips foto terbaik:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pagi buta (sebelum jam 7 pagi)<\/strong> \u2014hampir tidak ada orang, cahaya keemasan dari timur menerpa jembatan, dan Anda bisa dapat foto tanpa turis lain.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Malam hari<\/strong> \u2014lentera di sekitar jembatan menyala, menciptakan suasana romantis yang luar biasa.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Catatan<\/strong>. Anda perlu membeli tiket masuk untuk mengunjungi jembatan dan rumah-rumah tua di sekitarnya (sekitar 120.000 VND \/ Rp 75.000 untuk tiket kombo ke 5 atraksi).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Belanja Sutra, Kerajinan Tangan, dan\u2026 Jasa Tailor Kelas Dunia!<\/h3>\n\n\n\n<p>Hoi An terkenal sebagai <strong>surga menjahit secepat kilat<\/strong>. Ingin jas, gaun pesta, setelan kantor, atau mantel musim dingin? Datanglah pagi, pilih model, ukur badan, dan <strong>besok pagi sudah jadi<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Harganya sangat bersaing:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Setelan jas pria (wool): ~1,5-2,5 juta rupiah<\/li>\n\n\n\n<li>Gaun wanita (sutra): ~500 ribu &#8211; 1 juta rupiah<\/li>\n\n\n\n<li>Mantel musim dingin: ~800 ribu &#8211; 1,5 juta rupiah<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Penjahit terpercaya (berdasarkan review traveler):<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Yaly Couture<\/strong> (paling terkenal, kualitas premium, harga lebih tinggi)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bebe Tailor<\/strong> (kualitas sangat baik, harga menengah)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kimmy Tailor<\/strong> (favorit backpacker, harga ramah kantong)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Tips penting:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jangan tergiur harga terlalu murah \u2014 kain bisa jelek, jahitan renggang<\/li>\n\n\n\n<li>Bawa foto model yang Anda inginkan dari Pinterest<\/li>\n\n\n\n<li>Lakukan pemesanan <strong>di hari pertama<\/strong> agar punya waktu untuk fitting dan revisi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kuliner yang Membuat Lidah Bergoyang<\/h2>\n\n\n\n<p>Hoi An bukan hanya indah untuk mata, tapi juga untuk perut. Ini 3 hidangan yang <strong>wajib<\/strong> Anda coba:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Cao Lau \u2014 Mi yang Hanya Ada di Hoi An<\/h3>\n\n\n\n<p>Cao Lau adalah mi khas Hoi An yang <strong>tidak bisa ditemukan di tempat lain di dunia<\/strong>. Mengapa? Karena mie-nya dibuat dari abu kayu dari pohon di pulau Cham (sekitar 40 km dari Hoi An), dan airnya harus dari sumur tua Ba Le\u2014yang konon hanya ada di Hoi An.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasanya? Tekstur mi tebal, kenyal seperti mie, tapi lebih kasar. Disajikan dengan irisan daging babi, kerupuk, tauge, dan sayuran hijau dengan sedikit kuah kental. <strong>Tempat terbaik<\/strong> Cao Lau Ba Le (jalan Le Dinh Tham) atau Cao Lau 49 (jalan Tran Phu).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. White Rose (Banh Bao Banh Vac) \u2014 Pangsit Sutra Seindah Namanya<\/h3>\n\n\n\n<p>Sekilas mirip dim sum, tapi berbeda. <strong>White Rose<\/strong> adalah pangsit udang dengan kulit tepung beras yang tipis bening\u2014sehingga udang di dalamnya terlihat dari luar, seperti <strong>mawar putih yang mekar<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam satu porsi, Anda akan mendapat 2 jenis yang berbentuk bundar (isi udang utuh) dan yang seperti bunga (isi daging udang cincang). <strong>Tempat terbaik<\/strong> <strong>White Rose Restaurant<\/strong> (jalan Hai Ba Trung)\u2014satu-satunya tempat yang memproduksi White Rose untuk seluruh Hoi An. Keluarga ini sudah membuatnya selama 5 generasi !<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Mot (Herbal Water) \u2014 Minuman Sehat yang Menyegarkan<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah seharian berjalan di panasnya Hoi An, Anda akan bertemu banyak ibu-ibu di pinggir jalan dengan termos besar berwarna merah. Itulah <strong>Mot<\/strong>\u2014minuman dari akar-akaran, jahe, jeruk, dan madu. Rasanya manis, sedikit pedas jahe, dan dingin menyegarkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hanya <strong>5.000-10.000 VND (Rp 3.000-6.000)<\/strong> per gelas. Dan konon, bisa menyembuhkan masuk angin. Saya coba sendiri\u2014setelah 2 gelas, tenggorokan yang mulai gatal hilang. Entah sugesti atau benar, yang pasti enak!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dari Mana Asal Nama &#8220;Hoi An&#8221;? Sedikit Cerita Sejarah<\/h2>\n\n\n\n<p>Nama resmi kota ini adalah <strong>Hoi An<\/strong>, yang dalam bahasa Vietnam berarti <strong>&#8220;Pertemuan Damai&#8221;<\/strong>. Tapi sebelumnya, kota ini punya banyak nama:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Lamplo<\/strong> (dari saudagar Portugis) \u2014 dari kata Vietnam &#8220;Lan Pho&#8221; (Desa Terpencil)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Faifo<\/strong> (dari saudagar Eropa) \u2014 evolusi dari &#8220;Hai Pho&#8221; (Kota Laut)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Hoi An<\/strong> \u2014 sejak abad ke-19 hingga sekarang<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Selama abad ke-17 dan 18, lebih dari <strong>1.000 kapal asing<\/strong> datang ke Hoi An setiap tahun untuk berdagang. China menyumbang 70% dari total aktivitas perdagangan (itulah mengapa pengaruh China sangat kuat di arsitektur dan budayanya), diikuti oleh Jepang, Belanda, Portugis, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya, pada abad ke-19, Sungai Thu Bon mendangkal sehingga kapal-kapal besar tidak bisa masuk. Pelabuhan dipindahkan ke Da Nang. Hoi An yang dulu ramai perlahan menjadi <strong>kota hantu ekonomi<\/strong> \u2014dan justru itulah yang menyelamatkannya dari pembangunan modern.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang, dengan populasi hanya sekitar 120.000 jiwa, Hoi An adalah salah satu kota kuno yang paling terawat di dunia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips Praktis Sebelum Berangkat ke Hoi An<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Transportasi ke Hoi An<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table is-style-stripes\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Dari<\/th><th>Jarak<\/th><th>Transportasi Terbaik<\/th><th>Durasi<\/th><th>Perkiraan Biaya<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><strong>Da Nang Airport<\/strong><\/td><td>30 km<\/td><td>Taksi\/Grab\/Gojek<\/td><td>45-60 menit<\/td><td>~250.000-350.000 VND (Rp 160-220rb)<\/td><\/tr><tr><td><strong>Hue<\/strong><\/td><td>125 km<\/td><td>Bus wisata atau Private car via Hai Van Pass<\/td><td>3-4 jam<\/td><td>~200.000-400.000 VND<\/td><\/tr><tr><td><strong>Ho Chi Minh City<\/strong><\/td><td>800+ km<\/td><td>Pesawat ke Da Nang + taksi<\/td><td>1,5 jam (pesawat) + 1 jam (taksi)<\/td><td>Cek promo maskapai<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Saran saya.<\/strong> Jika datang dari Hanoi, <strong>terbang ke Da Nang<\/strong> (1,5 jam). Lalu naik taksi atau bus ke Hoi An. Jalan Da Nang &#8211; Hoi An sangat indah\u2014Anda akan melewati pantai, pegunungan, dan desa-desa nelayan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Waktu Terbaik Berkunjung<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table is-style-stripes\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Musim<\/th><th>Waktu<\/th><th>Suhu<\/th><th>Cuaca<\/th><th>Kelebihan<\/th><th>Kekurangan<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><strong>Terbaik<\/strong><\/td><td>Februari &#8211; Mei<\/td><td>22-30\u00b0C<\/td><td>Cerah, sedikit hujan<\/td><td>Langit biru, bunga bermekaran, ideal untuk foto<\/td><td>Lumayan ramai (tapi tidak ekstrem)<\/td><\/tr><tr><td><strong>Panas &amp; Kering<\/strong><\/td><td>Juni &#8211; Agustus<\/td><td>28-35\u00b0C<\/td><td>Panas terik, jarang hujan<\/td><td>Sepi, harga murah, cocok untuk beach time di An Bang<\/td><td>Bisa sangat panas di siang hari (bawa topi!)<\/td><\/tr><tr><td><strong>Hujan<\/strong><\/td><td>September &#8211; Januari<\/td><td>20-28\u00b0C<\/td><td>Hujan sering, kadang banjir bandang (terutama Oktober-November)<\/td><td>Harga sangat murah, pemandangan hijau subur<\/td><td>Resiko banjir di kota tua (periksa ramalan cuaca)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Rekomendasi saya<\/strong> <strong>April atau Mei<\/strong>. Cuaca sempurna, bunga-bunga mekar di taman, dan belum terlalu ramai seperti musim panas Eropa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Berapa Hari di Hoi An?<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table is-style-stripes\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Durasi<\/th><th>Cukup untuk\u2026<\/th><th>Saran Aktivitas<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><strong>1 hari<\/strong><\/td><td>Tidak cukup. Anda hanya akan terburu-buru dan stres.<\/td><td>\u2014<\/td><\/tr><tr><td><strong>2 hari 1 malam<\/strong><\/td><td>Minimal. Cukup untuk city tour, lentera malam, dan 1-2 atraksi.<\/td><td>Hari 1: jalan-jalan kota tua + jembatan Jepang + lentera malam. Hari 2: pagi ke pantai An Bang, siang belanja, sore cabut.<\/td><\/tr><tr><td><strong>3 hari 2 malam<\/strong><\/td><td>Ideal untuk kebanyakan traveler.<\/td><td>Bisa tambah: kelas memasak Vietnam, excursion ke My Son Sanctuary (kota kuno Hindu), atau workshop membuat lentera.<\/td><\/tr><tr><td><strong>4+ hari<\/strong><\/td><td>Untuk yang ingin relaksasi total.<\/td><td>Bisa explore Da Nang, Marble Mountain, atau sekadar baca buku di kafe sepanjang hari.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tiga Hal yang Mungkin Mengejutkan Anda<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Hoi An Bisa Banjir di Musim Hujan<\/h3>\n\n\n\n<p>Saya tidak bercanda. Setiap bulan Oktober-November, saat hujan turun terus menerus, <strong>Sungai Thu Bon meluap dan air masuk ke kota tua<\/strong>. Kedalamannya bisa selutut hingga sepinggang orang dewasa.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jangan panik<\/strong> penduduk lokal sudah sangat terbiasa. Mereka menggunakan perahu untuk beraktivitas, dan toko-toko tetap buka (barang dagangan diangkat ke rak tinggi). Justru ini menjadi <strong>pengalaman unik<\/strong>\u2014berjalan di jalanan yang tergenang air, dengan lentera-lentera masih menyala di atas kepala.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tapi jika Anda tidak ingin basah,<\/strong> hindari November.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Sebagian Kota Tua Masih Dihuni Keluarga yang Sama Selama 300 Tahun<\/h3>\n\n\n\n<p>Bangunan-bangunan kuno di Hoi An bukanlah museum yang kosong. Banyak yang masih dihuni oleh <strong>keluarga keturunan saudagar Tiongkok atau Jepang yang sama<\/strong> selama 10-15 generasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa rumah terbuka untuk umum (dengan tiket masuk), dan keluarga tersebut akan menyambut Anda, bercerita tentang sejarah rumahnya, dan menawarkan teh. <strong>Tan Ky House<\/strong> ( jalan Nguyen Thai Hoc nomor 101) adalah contoh terbaik\u2014keluarga yang sama sudah tinggal di sana sejak abad ke-18!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Anda Bisa Belajar Membuat Lentera Sendiri<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain belanja dan tailor, ada workshop membuat lentera tradisional. Anda akan belajar memotong sutra, membentuk rangka bambu, dan merangkai semuanya menjadi lentera warna-warni.<\/p>\n\n\n\n<p>Biaya sekitar <strong>150.000-250.000 VND (Rp 95-160rb)<\/strong>, biasanya sudah termasuk semua bahan dan minuman. Hasilnya bisa Anda bawa pulang sebagai suvenir\u2014jauh lebih bermakna daripada yang dibeli di toko.<\/p>\n\n\n\n<p>Rekomendasi <strong>Art Gallery (workshop of lantern)<\/strong> di jalan Le Loi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Hoi An Mengajarkan Kita Arti Melambat<\/h2>\n\n\n\n<p>Sobat traveler, saya akui \u2014 dunia modern bergerak sangat cepat. Kita selalu dikejar waktu, target, dan notifikasi. Tapi Hoi An adalah <strong>obat penawar<\/strong> dari semua itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Duduklah di kafe tepi sungai. Pesan segelas kopi vietnam dingin. Biarkan waktu berlalu tanpa Anda hitung. Lihat nelayan-nelayan tua membersihkan jala di sore hari. Dengarkan anak-anak bermain kejar-kejaran di jalanan cobblestone.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan ketika malam tiba dan ribuan lentera mulai menyala, Anda akan sadar <strong>Terkadang, hal terindah dalam hidup justru terjadi saat kita berhenti berlari dan membiarkan diri kita hanyut<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, apakah Anda akan segera memesan tiket ke Da Nang? Atau akankah Hoi An tetap menjadi &#8220;mimpi suatu hari nanti&#8221; di daftar keinginan Anda?<\/p>\n\n\n\n<p>Saya tunggu cerita Anda di kolom komentar. Dan jangan lupa kirim foto lentera saat Anda di sana\u2014saya suka melihat warna-warna pilihan yang berbeda dari setiap traveler.<\/p>\n\n\n\n<p>Terima kasih sudah setia menemani perjalanan kita dari Ha Long, Hanoi, Sapa, hingga Hoi An. Masih ada destinasi Vietnam lain yang ingin saya ajak Anda jelajahi? Nantikan artikel selanjutnya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo, para pencari keindahan yang tak lekang waktu! Kembali lagi di blog travel kesayangan kita. Setelah kita menjelajahi teluk batu kapur di Ha Long, hiruk-pikuk Hanoi, dan sawah terasering Sapa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[35,32,36],"class_list":["post-40","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-travel","tag-hoianancienttown","tag-vietnamtravel","tag-wisatahoian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/globalspherical.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/globalspherical.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/globalspherical.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/globalspherical.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/globalspherical.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/globalspherical.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41,"href":"https:\/\/globalspherical.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40\/revisions\/41"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/globalspherical.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/globalspherical.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/globalspherical.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/globalspherical.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}